biar hanya sekejap .
biar hanya sekali .
ku ingin menatap wajahmu .
berkilauan bak sinar rembulan malam .
menerangi kegelapan diriku .
biar hanya sekali .
ku ingin menatap wajahmu .
berkilauan bak sinar rembulan malam .
menerangi kegelapan diriku .
walau hanya sedetik,
ku ingin genggam tanganmu
merasakan segala aliran kehangatan dirimu .
tuk terakhir kalinya .
ku sadari,
nafasku tak sepanjang nafasNYA .
roda waktu terus berputar .
cepat bagai menerjang angin malam .
menembus setiap lembaran hidupku .
ku tahu,
tak ada kesempatan kedua bagiku .
kini hanya tersisa secercah cahaya terang .
menerangi bayang-bayang gelap .
ukiran cinta dua insan bernama manusia .
cintaku adalah kesetiaan,
karna yang kubutuhkan
bukanlah kepuasaan memiliki dirinya
namun aliran cintaku tulus untuk dirinya .
cinta sejati pada diriku .
untuk sepanjang hidupku .
HANYALAH UNTUKMU WAHAI KEKASEH !






untuk terakhir kalinya .



namamu selalu dalam detakkan jantungku
sulit kubendung naluri itu
selalu begitu, setiap waktu
tapi, kau tidak mengerti
dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
mengalir deras di aliran darahku
memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu